...

...

Rabu, 09 September 2015

Menyambut Kunjungan Assesor

Pada Senin, 31 Agustus dan Selasa, 1 September 2015, MTs. Negeri Garut mendapat jadwal untuk diakreditasi, setelah sebelumnya  mengirimkan data  hasil Evaluasi Diri (evadir) dan BAP-S/M menilai bahwa MTsN Garut layak untuk divisitasi.

Tentu saja, untuk kegiatan tersebut, seluruh elemen madrasah mengadakan persiapan, tak terkecuali Perpustakaan MTsN Garut.  

Akreditasi sekolah/madrasah sendiri (seperti ditulis di sini) adalah merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah dan atau lembaga mandiri yang berwenang untuk menentukan kelayakan program sebuah sekolah/madrasah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik yang dilakukan secara obyektif, adil, transparan dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan. (Kemendiknas-2011)

Layaknya menyambut tamu, tuan rumah harus bebenah. Meskipun pengelolaan serta pelayanan di Perpustakaan MTsN Garut selama ini memang berjalan dengan baik dan lancar, pengunjung dan peminjam selalu penuh dan menggembirakan, tetapi persiapan selalu menjadi sebuah keharusan.

Maka seluruh staff pengelola perpustakaan dibantu Pustakawan Siswa mulai mengadakan persiapan.

1. Rapat Intern Pengelola Perpustakaan
2. Rapat (pembinaan &  pengarahan) Pustakawan Siswa



3. Merapikankembali buku-buku sesuai klassifikasi
namun di sela kesibukan, pengajian rutin harian tetap berlangsung, sebagai upaya pemenuhan energi jiwa serta keseimbangan beraktivitas.

Jumat, 31 Oktober 2014

Kemeriahan BGMKP (BULAN GEMAR MEMBACA DAN KUNJUNG PERPUSTAKAAN) 2014 dalam Gambar

Upacara Pembukaan Bulan Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan 2014
oleh Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum
Bpk. Drs. Saepul Kamal Jamhur, MA


Lomba Solo Vocal

Rabu, 23 Juli 2014

PROGRAM KERJA PERPUSTAKAAN MTsN GARUT



PROGRAM KERJA
PERPUSTAKAAN MTs NEGERI GARUT
TAHUN PELAJARAN 2014/2015


BAB I
 
PENDAHULUAN


Keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Ia bisa menjadi tolok ukur kemajuan dan budaya sebuah bangsa. Bangsa yang cerdas dan berbudaya adalah bangsa yang memiliki visi pendidikan yang terarah, terukur dan berkelanjutan. Maka dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat mengembangkan potensi masyarakat agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional. 
Selanjutnya, sesuai dengan peruntukannya, perpustakaan sekolah memegang peranan penting dalam memberikan wahana pembelajaran bagi penggunanya yaitu siswa beserta sivitas sekolah tersebut, demi memenuhi tujuan pendidikan. Selain itu pula menumbuhkan budaya gemar membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi dan sumber belajar.

Minggu, 09 Februari 2014

MUSYAWARAH PUSTAKAWAN SISWA

Masa bakti pengurus Pustakawan Siswa periode 2013/2014 sudah hampir berakhir. Saatnya mereka melakukan musyawarah untuk memberikan laporan kinerja mereka sekaligus mempersiapkan pengganti kepengurusan. Di organisasi ini, mereka belajar membuat rencana, bekerja sama melakukan program kerja, kemudian bersama pula mempertanggungjawabkan apa yang telah dan tidak mereka kerjakan selama masa jabatan mereka di organisasi.

Di Perpustakaan MTs. Negeri Garut,  memang tidak hanya melulu memberikan layanan perbukuan, melainkan ada organisasi siswa, yang mewadahi para pencinta buku. Mereka tergabung dalam Pustakawan Siswa MTsN Garut. Kegiatannya beragam, mulai dari mengenal bahan pustaka, diskusi buku dan pengajian, mengelola majalah dinding, membantu melayani peminjaman buku, hingga mempromosikan buku baru sekaligus membantu menyelenggarakan kegiatan perbukuan tahunan yaitu dalam rangka Bulan Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan



Sabtu, 02 November 2013

Zenith : TABLIGH AKBAR

Perayaan sejatinya adalah sebuah rekam jejak dan kontemplasi. Keriuhan yang kerap hadir hanyalah jenis penanda bagi sejarah yang dituliskan hari itu. Maka, BGMKP tahun ini disandingkan dengan PHBI agar, sebagai sebuah sejarah, ia ditulis dengan tinta berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan adalah keniscayaan, agar setiap peristiwa memiliki cirinya masing-masing, agar tetap tersimpan rapi di lipatan waktu.

Setelah tiga hari dalam gempita kompetisi dan lalu lintas angka penilaian, selanjutnya adalah saatnya perayaan. Perayaan kemenangan. Kemenangan bukanlah mereka yang meraih gelar juara, semata. Melainkan setiap mereka yang turut andil dalam kegiatan, sekecil apapun perannya, dan melakukannya dengan energi terbaiknya, lalu ia mampu menghargainya, mengambil manfaat darinya, lalu disimpan sebagai kekayaan bagi hidup berikutnya. Merekalah para pemenang.

Selasa, 08 Oktober 2013

Hari Kedua : Menguji Hafalan Al-Qur'an

Setiap tahun, lomba yang paling sepi peminat adalah MHQ alias Musabaqah Hifdzil Qur'an dan membuat Sinopsis. Dalam MHQ, peserta diuji seberapa fasih dan seberapa hafal bacaan Al-qur'an yang dikuasainya.

Tapi tahun ini ...
Subhanallah ...
Tercatat peserta MHQ yang mendaftar mencapai    orang, dan peserta Sinopsis mencapai 31 orang.
Angka itu sungguh besar, bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Tapi sangat keciiil, bila dipersentasekan dari jumlah seluruh siswa MTsN Garut yang mencapai 1.600 orang.

Mengapa demikian?
Inilah pertanyaan yang perlu dicari jawaban sekaligus diupayakan solusinya.

Minggu, 06 Oktober 2013

Hari Pertama : Menerbangkan Balon, Melangitkan Mimpi

Hujan mengguyur Garut sepanjang Minggu malam. Menyisakan debar, jangan sampai Senin pagi hujan masih turun.
Oh, jangan, ya Allah ...
Sebab pagi Senin adalah rencana upacara pembukaan Gebyar Bulan Gemar Membaca serta PHBI. Bila hujan masih mengguyur, rusaklah semua skenario pembukaan yang telah direncanakan.

Alhamdulillah ...
meski jalanan basah, langit berhenti menumpahkan airnya.
Pagi itu saya gegas menuju MTsN Garut.

Panggung dan tenda yang telah siap sejak Minggu sore nampak layu. Tirai hijau penghias panggung terkulai dalam kuyup. Tenda keberatan menahan beban air sisa hujan lebat semalaman. Di bawahnya, meja-meja yang tersedia untuk stand bazzar turut menggigil. Basah.