...
Kamis, 26 September 2013
Gebyar BGMKP dan PHBI
BGMKP?
PHBI?
Apaan Tuh ..?? *_^
Ingat perpustakaan MTsN Garut, pasti ingat kegiatan tahunan yang tak pernah absen dilaksanakan. Ya, BGMKP alias Bulan Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan.
Tahun 2013 ini, kegiatan mengisi BGMKP disatukan dengan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam).
Maka acarapun dibuat lebih Gebyar!
Maunya sih Extravaganza hehe ...
Agendanya adalah sbb :
1. Kegiatan lomba antar kelas di saat jeda usai UTS yakni tanggal 30 September - 3 Oktober 2013. Terdiri dari 17 bidang lomba. Mulai dari membuat Sinopsis, mengarang cerpen, baca puisi, MTQ, MHQ, Pidato (B. Arab, B. Indonesia, B. Sunda), Reading, Kaligrafi, Cerdas Cermat, Olimpiade (Mat, IPA, PAI), lomba kebersihan dan kelengkapan kelas, Bazzaar.
2. Ditutup dengan Tabligh Akbar, Pentas Seni dan lomba tumpeng
3. Pendistribusian 38 nampan tumpeng ke Pantia Asuhan yang ada di Kab. Garut
Rabu, 18 November 2009
[Hytrewq!] "Mudah-mudahan Dia Orangnya"
ketika membiarkan yang tak terduga untuk terjadi"
(Paulo Coelho)
Siapa yang suka peri dan percaya bahwa makhluk mungil bersayap itu ada? Siapa yang hingga detik ini percaya bahwa keajaiban itu ada? Siapapun dia, pasti ia penuh dengan impian, pesona dan fantasi. Karenanya hidup menjadi lebih indah dan berwarna.
Impian, cita-cita dan lintasan imaji itu coba diungkap secara segar oleh Ansretta dalam buku kumpulan cerpen bertajuk [Hytrewq!] "Mudah-mudahan Dia Orangnya". Buku setebal 81 halaman itu memuat 9 cerpen yang secara keseluruhan berkisah tentang kenangan serta aktivitasnya yang kerap bersentuhan dengan gunung, alam, sungai dan mimpi.
[Hytrewq!] bercerita tentang seorang aku yang terobsesi dengan peri sehingga ia ingin peri itu benar-benar ada sehingga realistis untuk dicita-citakan (hal31). Tokoh aku kemudian menemukan partner dalam berfantasi di dunia maya yang bernama Elfo. Cerita dan visualisasi peri mengalir lewat pertemanan itu, ibarat kopi ketemu gula, larut di cangkir Stairways to fairy's land, sebuah blog yang memungkinkan imaji itu terbang mengangkasa.
Hytrewq! apaan tuh ..??? Itulah bahasa peri! Mau tahu kan artinya? Cari di buku ini.
Full of dream, demikian kesan yang kuat dalam cerpen itu. Meski ada yang berisi penyesalan dan kesedihan, kesan itu tetap kental. Sayang, pada cerita "Colorful... Plain" ada teori-teori yang terasa dipaksakan. Akibatnya jadi terasa "tidak Ansretta banget".
Buat anak-anakku, pustakawan siswa serta para anggota perpustakaan, ayo ke perpust. ADA BUKU BARU, karya ibu guru kalian. Cepetan yaaaa....!!
Judul : [Hytrewq!] "Mudah-mudahan Dia Orangnya"
Penulis : Ansretta
Penerbit : MTsN Garut (untuk lingkungan sendiri)
Kota dan Tahun terbit : Garut, 2009
Rabu, 21 Oktober 2009
Catatan Kegiatan BGMKP dalam Gambar adalah .....
Selasa, 06 Oktober 2009
Keep Spirit LOMBA !!!
Ini hari kedua kegiatan BGMKP. Sebelumnya, yaitu kemarin, digelar 3 jenis lomba yaitu :
2. Lomba MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) dan
3. Lomba Kaligrafi
Masing-masing lomba digawangi oleh 2 pustakawan siswa sebagai koordinator. Tugas mereka dimulai sejak pendataan peserta dari setiap kelas, pemberian bahan lomba, pemberian nomor peserta hingga saat pelaksanaannya. Alhamdulillah, karena sudah setiap tahun dilaksanakan, mereka tak lagi canggung mengurusinya. Padahal kan setiap tahun petugasnya berganti-ganti.
2. MTQ : Drs. Saepul Kamal Jamhur, MA dan Drs. Sulaeman, M.Pd.
3. Kaligrafi : Arief Gustiar, S.Pd. MA dan Ajang Sopandi, S.Ag.
Mereka semua adalah para pakar di bidangnya masing-masing. Alhamdulillah, mereka pula para guru yang mengajar di MTsN Garut tercinta ini.
Suasana ruangan lomba baca puisi.
Dan inilah hasil keputusan Dewan Juri yang menetapkaan para pemenang lomba hari Senin 5 Oktober 2009 kemarin :
1. Sofiah/kelas 8.6, jumlah nilai : 526
2. Pusti/kelas 9.1, jumlah nilai : 490
3. St. Aisyah/kelas 9.3, jumlah nilai : 483
4. Ismi N/kelas 9.2, jumlah nilai : 481
5. Neng Nadia/kelas 7.3, jumlah nilai : 478
6. Akmal/kelas 9.4, jumlah nilai : 475
MTQ
1. Ahmad Zamzam, no peserta 37, jumlah nilai : 655
2. Sindi, no peserta 01, jumlah nilai : 605
3. Sofa, no peserta 08, jumlah nilai : 600
4. Nova, no peserta 05, jumlah nilai : 595
5. Anwar, no peserta 30, jumlah nilai : 590
6. Rif'at, no peserta 06, jumlah nilai : 575
Siang nanti, usai pelajaran sekolah ada tiga lomba lagi yang akan digelar yaitu :
1. Lomba Pidato Bahasa Arab
2. Lomba Pidato Bahasa Inggris
3. Lomba Menulis Puisi
Nah, anak-anakku selamat berlomba, semoga mendapatkan manfaat. Dan buat rekan guru yang bertugas sebagai Dewan Juri selamat bertugas, terima kasih atas waktu yang telah disediakan, semoga sekecil apapun tugas kita masing-masing membuahkan kebaikan bagi anak-anak masa depan kita.
Amiiin ...
Kamis, 01 Oktober 2009
Ikutan Lomba Yuk ...!!
Yap, tiga hari lagi kegiatan lomba itu dimulai!
Sejak hari ini pustakawan siswa sudah sibuk buk buk banget!!
Briefing, bagi-bagi tugas, ngedata peserta lomba, ngebagiin bahan lomba, ngebagiin nomor peserta ... wiiih pokoknya hari pertama masuk sekolah langsung tancaaappp dengan bejibun tugas. Tapi, asyik katanya, gak cape tuh!!
Pa Jajang sudah mulai gotong-gotong keyboardnya ( eh ... keyboard pinjeman ding, dari bu Risna ... nuhun nya bu cantik) soalnya keyboard inventaris rada ngadat tuh! Mau ngambil nada dasar anak-anak peserta Pop Singer ( ini lomba emang kagak ada hubungannya dengan perpustakaan, tapi demi memenuhi "tuntutan" pak seniman jajang yang nangis-nagis pengen dikabulkan keinginannya sejak lima tahun lalu, serta besarnya minat siswa, maka ... bolehlah).
Bu Edoh, sibuk menyusun menu buat para juri dan panitia. Bu Rina membuat lomba "membaca Cepat" menjadi lebih menyenangkan. Pa Asep Der sibuk membuat soal Olimpiade Fisika, Bu Midah dan Bu Ina menyusun soal Olimpiade Matematika. Bu Ayoe mempersiapkan teks Reading dan mengcopy semua bahan lomba. Pokonya semuanya kebagian repot, deh. Seruuu Alhamdulillah ...
Nah saya? Wah, sudah sejak awal tahun ajaran saya mempersiapkan perhelatan tahunan ini, membuat jadwal, pembagian tugas, menyusun proposal dan anggaran, agar lebih seru dan menyenangkan buat semua : buat para siswa, para dewan juri, para guru, dan tentu saja menyenangkan buat para pustakawan siswa dan panitia semuanya. Juga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan ( wihh bahasanya berat, man).
Maka buat para siswa-siswi ku tercinta : Ikutan lomba, yuk !!
Selasa, 01 September 2009
Bulan Gemar Membaca
Maka, kemarin dibuatlah proposal sederhana dengan pengantar seperti ini :
Bulan Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan adalah kegiatan yang menjadi agenda tahunan di lingkungan MTsN Garut. Dimulai sejak tahun 1997, kegiatan ini mampu memberikan warna dalam proses pembelajaran di sekolah. Tujuannya antara lain agar anak didik mendapat ruang gerak yang bebas untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri sesuai minat dan bakatnya, yang selama ini belum semuanya dapat teraktualisasikan di dalam kelas.
Besarnya minat serta masukan dari siswa dan guru berkenaan dengan kegiatan ini, maka pada Tahun Pelajaran 2009/2010, Perpustakaan bekerjasama dengan Bagian Kesiswaan MTsN Garut kembali akan menggelar kegiatan dalam rangka mengisi Bulan Gemar Membaca dan Kunjung Perpustakaan dengan beberapa penambahan jenis lomba. Yaitu lomba Drama, Olimpiade Fisika, Olimpiade MatematikaMenulis Puisi dan Pop Singer. Ada beberapa yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan kepustakaan, namun mengingat tingginya minat serta gairah siswa dan pertimbangan ‘memberi wahana berkreasi dan berekspresi’ maka jenis lomba yang dimaksud masuk sebagai agenda BGMKP tahun ini. Semoga menghasilkan kebaikan. Amiiin.
Kemudian, dipasanglah puluhan pamflet dan banner promosi di setiap sudut sekolah agar seluruh siswa dapat melihat kemudian mendaftar dalam kegiatan yang akan berlangsung sebulan lagi. Promo dilakukan jauh-jauh hari agar mereka bisa mempersiapkan diri untuk bertanding, terlebih lagi bila lomba yang mereka ikuti memerlukan persiapan khusus dan kolektif macam Drama dan Olimpiade.
Senang sekali melihat berbondong-bondongnya mereka ke perpustakaan (meskipun hari-hari biasapun perpustakaan selalu penuh), antusias mengikuti lomba, berharap dapat menampilkan bakat terbaik mereka di depan para juri dan sesama teman.
Senin, 08 Juni 2009
DI SAAT PELAJARAN MEMBACA

Menulis Cerpen Islami BGMKP 2008
Bu Jihan menyuruh anak-anak untuk membacakan karangan tentang pekerjaan orangtua mereka di depan kelas. Tiba-tiba perut Anwari terasa sangat mulas. Diliriknya kertas karangannya dengan putus asa.
Anwari bercerita tentang ayahnya yang bekerja sebagai dokter anak. Ia menceritakan bagaimana cemasnya ibu-ibu ketika anaknya sakit. Ia juga bercerita bagaimana ayahnya menangani pasiennya dengan ramah dan sabar. Rasanya ia sudah membaca dan menuliskannya dengan benar. Tapi ia tahu betul apa yang akan terjadi jika ia membacakannya di depan kelas.
“Mati aku,” ucap Anwari putus asa. Diraihnya kertas karangan karyanya dan maju ke depan kelas.
“Wah, akan ada pertunjukan gratis, nih!” ujar Esqi keras. Tawa seisi kelaspun pecah. Anwari semakin takut. “andai saja bumi ini terbelah pasti aku akan dengan senang hati masuk ke dalamnya.” Mungkin itulah gambaran keputusasaan Anwari.
“Ibu tidak melihat ada yang lucu, Esqi!” ucap Bu Jihan sambil melemparkan tatapan tajam kepada seluruh kelas terutama Esqi.
“Saya tidak tertawa, Bu!” bantah Isqi.
“Sekarang kamu harus membuat karangan tentang siapa dirimu sebenarnya dalam sepuluh menit,” ujar Bu Jihan kepada Esqi. Esqipun mulai mengerjakan tugasnya dengan perasaan kesal.
“Bagaimana Anwari kamu sudah siap?” Tanya Bu Jihan. Anwaripun mulai membacakan karangannya.
“Ayahku se …seo-ongar…dopter anak…” ujar Anwari dibarengi tawa seisi kelas. Diliriknya Bu Jihan dengan mata berkaca-kaca. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat menahan tangis. Ia tahu, jika ia menangis maka teman-temannya akan mengatainya “banci” dan ia tak mau itu.
“Anwari, apa kamu sanggup meneruskan membaca karanganmu?” tanya Bu Jihan. Anwari menggeleng kuat-kuat.
“Sudah, duduk saja, tenangkan pikiranmu dulu,” ujar Bu Jihan lembut.
***
Setelah selesai pelajaran membaca, Esqi yang kesal karena dihukum oleh Bu Jihan gara-gara Anwari menyindir Anwari.
“Mana ada sih di dunia ini anak kelas 5 SD belum bias membaca seperti dia!” Anwari pura-pura tidak mendengar.
Esoknya Anwari tidak masuk sekolah. Hari berikutnyapun sama. Sampai pada hari ke tujuh ia tidak masuk sekolah. Pada hari ke delapan Bu Jihan menyampaikan sesuatu kepada anak didiknya.
Di balik pintu, tiba-tiba muncullah sesosok anak kelas 5 SD, Anwari. Perlahan ia mulai memasuki ruangan kelas dengan perasaan malu. Tapi ia memberanikan diri untuk menatap teman-temannya.
“Apa yang akan kamu ceritakan pada teman-temanmu, Anwari?” Tanya Bu Jihan.
Kemudian Anwari menceritakan hasil pemeriksaan dokter dan psikotes terhadap dirinya. Ia menderita disleksia. Penyakit inilah yang menyebabkannya kesulitan membaca. Tidak lupa ia juga meminta doa dan semangat dari teman-temannya untuk membantunya dalam proses penyembuhan.
Tiba-tiba Esqi berdiri dan berkata, “Kalau begitu kami minta maaf kepada Anwari. Tapi, nanti jika kamu terkenal kami boleh dong mendapat hak untuk menjual tanda tangannya!” ujarnya sambil tersenyum jenaka.

.jpg)